Monday, September 3, 2012
PIRING LARA
Lara dalam piring
Perih dengan sambal kerontang dan kering
Sebuah kendali otomatis dalam pelatuk
Jiwa jiwa yang bengis
piring kaca hanya buat si jerowan busuk kawanku,
Jerowan yang terpisahkan tajamnya belati
Lagi kawan,disirami oleh sang raja yang putih tinggi gemulai
Piring lara...
Aku tak selera dengan puluhan warung kesahmu
Karena dalam lingkaran piringku
Tak sebutirpun elok penyajianmu,
Panas dan dingin peraduanmu
Hanya dengan cahaya lampu di atas sandal,kakao dan pisang mpokmu
Tapi kenapa piring kacamu tak jua berdering ...
Bila terketuk oleh 240 juta sendok besi kami
Jikalah ada triliunan bulir yang kau kecup
Mengapa hanya mawar busuk yang kau sebar
Wahai raja putih tinggi gemulai kami
Di piring lara ini !
Harapan sesuap kurcaci yang menanti di asahnya belati
Agar kami tebas para ikan teri ,cecak dan dewi
Yang seolah olah menjadi nasi
Di negeri kami ini tidak tersedia peti mati beralaskan duri
Tapi ingatlah wahai raja tinggi putih gemulai
Ada hati dengan cahaya Tuhan kami
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment